Lewati navigasi
Info Haramain

Tanah Suci Dilanda Badai, Jemaah Umrah Perlu Perhatikan Hal Ini

28 August 2026 5 Min Baca Lutfiah Firdausiah Ersa
Tanah Suci Dilanda Badai, Jemaah Umrah Perlu Perhatikan Hal Ini

Cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir, termasuk dua kota suci, Makkah dan Madinah. Hujan deras, badai petir, angin kencang, hingga debu yang beterbangan terjadi di tengah suhu siang hari yang masih sangat tinggi.
 

 Kondisi tersebut menarik perhatian karena perubahan cuaca berlangsung cukup cepat. Kawasan yang sebelumnya berada dalam kondisi panas terik tiba-tiba diguyur hujan deras dan diterpa angin kencang. Di beberapa lokasi, debu yang terbawa angin turut menurunkan jarak pandang dan mengganggu aktivitas masyarakat.

 

Badan Meteorologi Nasional Arab Saudi atau National Center for Meteorology (NCM) sebelumnya telah mengeluarkan sejumlah peringatan terkait potensi hujan disertai petir, angin kencang, serta debu dan pasir di sejumlah wilayah, termasuk Makkah dan Madinah.


Petir Sambar Abraj Al-Bait

Salah satu fenomena yang menjadi perhatian terjadi di Makkah. Beberapa kali kilatan petir terlihat menyambar Menara Abraj Al-Bait, gedung pencakar langit setinggi sekitar 601 meter yang berada di dekat Masjidil Haram. Rekaman kondisi cuaca tersebut kemudian beredar di media sosial dan memperlihatkan betapa kuatnya aktivitas badai di sekitar kawasan Makkah. Hujan deras dan badai petir juga dilaporkan melanda sejumlah wilayah lain di Arab Saudi.

 

Fenomena ini terjadi ketika suhu di Tanah Suci masih tergolong ekstrem. Suhu siang di Madinah dilaporkan mencapai sekitar 47°C, sementara Makkah berada di sekitar 43°C. Bahkan pada malam hari, suhu kedua kota masih berada di kisaran 33°C. Perbedaan kondisi atmosfer yang cukup tajam tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang mendukung terbentuknya awan konvektif dan badai secara cepat.


Peringatan Cuaca Sempat Dinaikkan ke Level Merah

Situasi cuaca di wilayah Makkah mendapat perhatian serius dari otoritas setempat. Pada 26 Agustus 2026, NCM menaikkan tingkat peringatan cuaca menjadi merah untuk wilayah Makkah, Al-Baha, dan Asir serta beberapa bagian Taif. Peringatan tersebut berkaitan dengan potensi hujan lebat dan angin berkecepatan tinggi. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta menjauhi lembah dan jalur yang berpotensi menjadi aliran banjir bandang.

 

NCM juga mengeluarkan peringatan mengenai hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, hujan es, serta angin aktif yang berpotensi membawa debu dan pasir. Kondisi tersebut dapat menyebabkan jarak pandang berkurang dan meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.

 

Cuaca Ekstrem Berpotensi Berlanjut

Cuaca buruk tidak hanya menjadi fenomena sesaat. NCM memperkirakan sejumlah wilayah Arab Saudi masih memiliki peluang mengalami curah hujan di atas rata-rata dalam periode musim gugur. Untuk September hingga November 2026, beberapa wilayah termasuk Makkah dan Madinah diperkirakan berpotensi mengalami peningkatan curah hujan. Bahkan Oktober diproyeksikan menjadi salah satu periode dengan curah hujan tertinggi pada musim tersebut, dengan kemungkinan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah.

 

Meski demikian, NCM menegaskan bahwa prakiraan jangka panjang tidak selalu dapat menangkap kejadian cuaca ekstrem secara spesifik. Karena itu, masyarakat tetap perlu mengikuti pembaruan prakiraan dan peringatan cuaca jangka pendek yang dikeluarkan secara berkala.


Jemaah Umrah Diminta Tetap Tenang dan Waspada

Bagi jemaah yang sedang berada di Makkah dan Madinah, kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa persiapan perjalanan ke Tanah Suci bukan hanya berkaitan dengan ibadah, tetapi juga kesiapan menghadapi perubahan cuaca.Jemaah sebaiknya tidak panik ketika hujan deras atau badai terjadi. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama ketika berada di luar hotel atau melakukan perjalanan menuju tempat ibadah.